sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.903 Tertekan Geopolitik dan Inflasi AS

Market news editor Anggie Ariesta
14/10/2026 16:59 WIB
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penantian pelaku pasar terhadap data inflasi AS.
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.903 Tertekan Geopolitik dan Inflasi AS (Foto: dok Freepik)
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.903 Tertekan Geopolitik dan Inflasi AS (Foto: dok Freepik)

Inflasi utama AS diperkirakan meningkat 0,6 persen secara bulanan (mom), lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, inflasi tahunan diproyeksikan naik menjadi 3,7 persen dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya.

Kenaikan inflasi dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Apabila tekanan harga tetap tinggi, ruang bagi bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan suku bunga berpotensi menjadi lebih terbatas. 

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian investor dalam menentukan posisi pada aset berdenominasi dolar AS maupun mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen, dari 5,0 persen dalam laporan sebelumnya yang diterbitkan pada Juli 2026.

Meski demikian, IMF memproyeksikan inflasi Indonesia meningkat menjadi 3,3 persen secara tahunan (yoy). Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2027 tidak berubah, yakni sebesar 5,1 persen.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement