"Ketidakpastian geopolitik dan serangan terhadap fasilitas energi utama terus memperparah krisis pasokan energi global pada kuartal ketiga tahun 2026, dengan implikasi serius bagi ketahanan energi global," ujar CEO Aramco Amin Nasser, dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa perusahaan terus berupaya menambah kapasitas penyimpanan di luar negeri. Langkah ini diambil menyusul serangkaian serangan besar terhadap fasilitas minyak Arab Saudi oleh kelompok Houthi asal Yaman.
Aramco sempat menangguhkan operasional pipa dan kegiatan pemuatan minyak di sepanjang Laut Merah akibat agresi kelompok Houthi. (Wahyu Dwi Anggoro)