IDXChannel - Raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, mencatat laba yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal III-2026.
Dilansir dari Investing pada Selasa (3/11/2026), perusahaan minyak terbesar di dunia tersebut diuntungkan oleh lonjakan harga minyak akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Perusahaan milik pemerintah Arab Saudi itu mencatat laba bersih yang disesuaikan naik menjadi 116,995 miliar riyal Saudi (Rp564 triliun), meningkat dari 107,81 miliar riyal pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Angka ini jauh melampaui estimasi Bloomberg yang sebesar 107,87 miliar riyal.
Laba bersih mengalami penurunan dibandingkan dengan 125,19 miliar riyal pada kuartal sebelumnya, disebabkan melandainya harga minyak karena meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Aramco mencatat harga rata-rata minyak mentah sebesar USD95,2 per barel pada kuartal lalu. Angka ini turun dari USD108,1 per barel pada kuartal kedua, namun lebih tinggi dibandingkan USD70,1 per barel pada tahun lalu.