sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Biaya Kesehatan saat Lansia Meningkat, OJK Perkuat Industri Asuransi dan Dana Pensiun

Banking editor Iqbal Dwi Purnama
20/10/2026 07:31 WIB
OJK menyoroti risiko meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang tidak diimbangi dengan kesiapan finansial memadai.
Biaya Kesehatan saat Lansia Meningkat, OJK Perkuat Industri Asuransi dan Dana Pensiun. (Foto: iNews Media Group)
Biaya Kesehatan saat Lansia Meningkat, OJK Perkuat Industri Asuransi dan Dana Pensiun. (Foto: iNews Media Group)

Ia menilai kondisi tersebut akan menjadi tantangan karena akumulasi dana pensiun yang dimiliki masyarakat belum tentu cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sekaligus pengeluaran kesehatan pada masa tua.

Di sisi lain, industri asuransi kesehatan juga menghadapi tekanan akibat tingginya inflasi biaya medis. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan pembiayaan kesehatan, baik bagi masyarakat maupun perusahaan asuransi yang harus memenuhi kewajiban klaim kepada nasabah.

"Kalau dilihat inflasi medis kita itu jauh di atas rerata negara di kawasan ASEAN. Sementara kita dari sisi pembiayaan kesehatan, kita baru mencapai sekitar 3 persen dari PDB, itu sekitar Rp640 triliun per tahun," tambahnya.

Iwan menilai, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan hubungan antara sistem dana pensiun, perlindungan asuransi, dan layanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki sumber penghasilan ketika masih produktif, tetapi juga perlindungan finansial saat memasuki usia lanjut.

Perubahan demografi turut memperbesar tantangan tersebut. Struktur penduduk Indonesia diperkirakan mengalami pergeseran seiring bertambahnya penduduk lanjut usia, sementara penduduk usia produktif yang bekerja dan memiliki penghasilan menghadapi perubahan proporsi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement