IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah ke rentang Rp18.040 hingga Rp18.090 per dolar AS.
Pelemahan mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal lonjakan harga minyak mentah dunia serta ketidakpastian akibat wacana peninjauan status pasar modal Indonesia oleh lembaga indeks global, MSCI.
Pelaku pasar uang mengantisipasi tekanan jual pada pembukaan perdagangan seiring merebaknya sentimen penghindaran risiko (risk-off) oleh para investor. Isu penurunan kelas indeks saham domestik kian memperberat langkah rupiah yang telah terbebani oleh reli harga komoditas energi internasional.
"Pada pembukaan perdagangan, pergerakan rupiah diprediksi fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp18.040 sampai Rp18.090 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia di atas USD110 dolar AS per barel,” ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Selasa (20/10/2026).
“Ketidakpastian makin membesar karena pasar mengantisipasi wacana perpindahan kelas Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market oleh MSCI yang mendorong investor bersikap risk-off," lanjutnya.