IDXChannel - Tekanan di pasar saham domestik kian berat setelah MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market.
Di tengah ancaman keluarnya dana asing dalam jumlah besar, sejumlah sekuritas mulai menghitung potensi tekanan jual sekaligus memetakan saham yang paling rentan dan berpeluang bertahan.
Pada Jumat (16/10/2026) pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 11,57 persen ke level 5.185,11. Penurunan harian tersebut menjadi yang terdalam sejak 8 Januari 1998.
Tekanan berlanjut pada Senin (19/10/2026), dengan IHSG ditutup melemah 3,64 persen ke level 4.996,61 setelah sempat tergelincir lebih dari 5 persen ke 4.907,37. Penurunan tersebut membawa indeks acuan ke level terendah sejak awal Oktober 2020.
Di tengah gejolak tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas batas auto rejection bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen.