Meski demikian, ketiga sekuritas sepakat bahwa tekanan jual berpotensi terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama yang memiliki bobot dominan dalam indeks MSCI.
Mirae memperkirakan sekitar USD3 miliar atau setara Rp54,13 triliun dana pasif berisiko keluar dari pasar saham Indonesia.
Estimasi tersebut mengacu pada bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets yang kini tinggal sekitar 0,4 persen, turun dari 1,2 persen sebelum pembekuan indeks (freeze).
Sementara itu, BCA Sekuritas memperkirakan arus keluar yang dipicu perubahan indeks mencapai USD5,2 miliar atau Rp93,82 triliun dalam skenario dasar.
Dalam skenario optimistis, angkanya diperkirakan sebesar USD3,5 miliar atau Rp63,15 triliun.