sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/10/2026 06:28 WIB
Tekanan di pasar saham domestik kian berat setelah MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market.
Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow. (Foto: MNC Media)
Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow. (Foto: MNC Media)

Perhitungan ini mencakup dana indeks maupun dana aktif yang berinvestasi di pasar emerging market.

Besarnya potensi arus keluar tersebut setara dengan penjualan bersih investor asing sepanjang 2026 yang menurut BCA Sekuritas mencapai USD4,9 miliar atau Rp88,41 triliun.

Estimasi yang lebih besar datang dari UOB Kay Hian. Dalam riset yang terbit pada 19 Oktober 2026, sekuritas ini memperkirakan arus keluar berkisar USD5,1 miliar atau Rp92,01 triliun hingga USD8,7 miliar atau Rp156,97 triliun.

Skenario terburuk terjadi apabila FTSE turut menurunkan klasifikasi Indonesia dan investor aktif memangkas kepemilikan lebih dalam.

Dalam skenario perubahan klasifikasi MSCI saja, tiga saham perbankan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), diperkirakan menanggung sekitar 62 persen dari total tekanan jual.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Advertisement
Advertisement