Mendag juga mengatakan, lonjakan surplus pada Agustus 2026 berkontribusi terhadap surplus perdagangan Januari–Agustus yang mencapai USD7,25 miliar. Surplus tersebut terdiri atas surplus nonmigas USD28,54 miliar dan defisit migas sebesar USD21,29 miliar.
Ia mengatakan, capaian tersebut menunjukkan fundamental Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika global. Terdapat tiga negara mitra dagang yang berkontribusi terhadap surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari–Agustus 2026.
Yakni AS sebesar USD15,21 miliar, India USD9,15 miliar, dan Filipina USD5,48 miliar. Kemudian, komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar selama periode Januari–Agustus 2026 adalah lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar USD 24,91 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) USD 18,84 miliar, serta besi dan baja (HS 72) USD12,10 miliar.
(Nadya Kurnia)