IDXChannel—Perdagangan barang ASEAN mencapai USD4,4 triliun pada 2025, tumbuh 13,7 persen dari 2024 yang mencapai USD3,8 triliun. Namun, Indonesia tetap mendorong penguatan perdagangan dan rantai pasok kawasan.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan apresiasi atas kemajuan Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN (Priority Economic Deliverables/PED) di bawah Keketuaan Filipina dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN di Metro Manila, Filipina, Sabtu (19/9/2026).
“Indonesia mengapresiasi progres penyelesaian PED di bawah Keketuaan Filipina yang salah satunya berhasil diselesaikan secara penuh, yaitu Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier Financial Inclusion. Selesainya beberapa PED tersebut menunjukkan kolaborasi antarnegara yang berjalan dengan baik dan berkesinambungan,” ujar Roro, dikutip dari siaran pers Kementerian Perdagangan, Senin (21/9/2026).
Sejumlah PED lainnya masih dalam proses penyelesaian, antara lain Cross-border Movement of Digital Workers, ASEAN Centre of Excellence for MSMEs, dan ASEAN Semiconductor Roadmap.
Dalam penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap, Indonesia mendorong penguatan ekosistem semikonduktor kawasan, termasuk melalui pelibatan akademisi dalam riset, penguatan rantai pasok dan infrastruktur critical minerals, serta harmonisasi insentif investasi.