IDXChannel—Kementerian Perdagangan mencatat kinerja impor sepanjang September 2026 naik 5,09 persen secara bulanan dan tumbuh 18,41 persen secara tahunan, dengan nilai USD24,23 miliar.
Kenaikan impor bulanan ini didominasi kuat oleh pertumbuhan impor barang modal sebesar 12,14 persen, disusul barang konsumsi yang naik 6,40 persen serta bahan baku dan penolong yang naik 3,12 persen (MtM).
Melansir laman resmi Kementerian Perdagangan (4/11/2026), peningkatan impor September 2026 berbanding lurus dengan sektor manufaktur nasional yang ekspansif. Catatan ini selaras dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang melonjak dari 49,8 pada Agustus ke 52,4 pada September 2026.
“Lonjakan impor September 2026 didorong oleh impor barang modal serta bahan baku dan penolong untuk mendukung peningkatan produksi dan pesanan baru industri nasional. Hal ini membuktikan bahwa impor yang terjadi sifatnya produktif dan merupakan penyebab utama bagi ekspansi sektor pengolahan dalam negeri,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Secara kumulatif Januari–September 2026, total impor Indonesia mencapai USD210,63 miliar, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC) dengan USD176,01 miliar.