IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pada tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia.
Namun, harga batu bara justru jatuh ke titik terendah. Untuk membalik keadaan itu, pemerintah memilih mengendalikan produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Hasilnya, harga naik dan pendapatan negara ikut terdongkrak.
"Jadi produksinya terkoreksi, turun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten. Nggak dijual murah barang kita," kata Bahlil dalam Mineral dan Batubara Convention - Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip Selasa (3/11/2026).
Bahlil menjelaskan, konsumsi batu bara dunia mencapai sekitar 8,9 miliar ton per tahun, sementara yang diperdagangkan antarnegara sekitar 1,3 miliar ton. Pada 2025, Indonesia memasok sekitar 540 juta ton, atau menurut Bahlil setara 43 persen pasokan dunia.
Besarnya pasokan itu tidak berbanding lurus dengan keuntungan. Profit perusahaan tidak terlalu besar dan pendapatan negara tidak maksimal. Menurut Bahlil, pembukaan lahan tambang yang jor-joran membuat batu bara Indonesia akhirnya dijual murah.