Bahlil mengaku sempat membuat aturan untuk menaikkan Harga Batu Bara Acuan (HBA), tetapi tidak diindahkan. Pemerintah kemudian memilih menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Hasilnya, harga batu bara tahun ini bisa mencapai USD154.
"Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan. Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan," ujarnya.
Bahlil meminta pengusaha tidak saling mendahului. Dia memahami pengusaha selalu ingin meraih keuntungan maksimal, tetapi pembagian RKAB juga harus adil. Jumlah perusahaan yang mengajukan RKAB naik dari sekitar 500 perusahaan pada 2025 menjadi 650 perusahaan pada 2026.
Menurut Bahlil, kondisi ideal adalah produksi tinggi dengan harga bagus. Namun, ketika harga sedang turun, produksi tidak boleh digenjot secara jor-joran.
Strategi ini sejalan dengan tren penerimaan negara. Bahlil menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2025 berada di kisaran Rp130-135 triliun, dan per 1 Oktober 2026 telah menembus Rp141 triliun. Hingga akhir 2026, PNBP diperkirakan mencapai Rp160-165 triliun.