IDXChannel - Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada hari Senin (10/8/2026), di tengah pergerakan pasar yang terbatas.
Adapun beberapa sentimen yang mendorong pelemahan bursa saham AS di antaranya kenaikan harga minyak, penurunan di sektor real estat, dan pelemahan saham teknologi turut membebani sentimen pasar.
Dilansir dari laman Investing Selasa (11/8/2026), pergerakan saham ini terjadi setelah pekan terbaik dalam lebih dari tiga bulan, yang sebelumnya didorong oleh penurunan harga minyak, musim laporan keuangan yang kuat, dan pemulihan saham-saham semikonduktor. Kenaikan tersebut membantu pasar secara keseluruhan kembali ke rekor tertinggi untuk pertama kalinya sejak awal Juni.
Kenaikan pekan lalu juga didorong oleh laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, sehingga memicu para pedagang untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun kini, perhatian tertuju pada data inflasi yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.
Indeks acuan S&P 500 turun 0,1 persen dan ditutup pada level 7.753,46 poin; indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,3% menjadi 26.605,36 poin; dan indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 0,1 persen menjadi 53.975,63 poin.