sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

S&P Ditutup Stagnan dan Nasdaq Cetak Rekor Imbas Saham Sektor Keuangan hingga Harga Minyak

Market news editor Febrina Ratna Iskana
23/09/2026 06:42 WIB
Wall Street pada Selasa (22/9/2026) menghentikan reli gemilang dari sesi sebelumnya dengan kinerja yang cenderung datar hingga bervariasi.
S&P Ditutup Stagnan dan Nasdaq Cetak Rekor Imbas Saham Sektor Keuangan hingga Harga Minyak. (Foto: iNews Media Group)
S&P Ditutup Stagnan dan Nasdaq Cetak Rekor Imbas Saham Sektor Keuangan hingga Harga Minyak. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street pada Selasa (22/9/2026) menghentikan reli gemilang dari sesi sebelumnya dengan kinerja yang cenderung datar hingga bervariasi, karena penurunan saham sektor keuangan diimbangi oleh kekuatan berkelanjutan di sektor teknologi dan harga minyak yang tidak banyak bergerak.

Indeks acuan S&P 500 berakhir hampir tidak berubah di level 7.763,26 poin, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,5 persen dan ditutup pada level 27.244,28 poin, mencetak rekor penutupan baru. Indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 0,4 persen dan berakhir di level 51.863,80 poin.

Faktor geopolitik tetap menjadi perhatian utama para investor seiring dimulainya debat tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan umum paruh waktu.

Saham-saham AS telah melonjak pada sesi sebelumnya, mencatatkan kinerja terbaik sejak Agustus berkat reli pada perdagangan saham terkait kecerdasan buatan (AI).

"Indeks-indeks utama bergerak datar. Terdapat pergerakan pada tingkat saham individu saat tim Muse dari Meta mempromosikan #MuseMoneyChallenge. Mereka mengajak pengguna untuk meminta Muse mencari potensi penghematan dalam berbagai layanan berlangganan mereka (seperti streaming, asuransi, keanggotaan gym, dan layanan pialang). Hal ini memicu pergerakan pada saham-saham individu di berbagai industri," ujar kepala strategi pasar di Jones Trading, Michael O’Rourke, kepada Investing.com.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement