IDXChannel—Climate Impact Lab University of Chicago memproyeksikan bahwa gelombang panas akibat pola musim El Niño dapat mengakibatkan 451.000 kematian yang berkaitan dengan serangan panas di seluruh dunia.
Dampak gelombang panas yang tak biasa dari tahun-tahun sebelumnya telah dirasakan oleh penduduk negara-negara Eropa. Seperti diketahui, banyak warga berbondong-bondong membeli pendingin ruangan karena sengatan panas yang tak lazim.
Fenomena gelombang panas ini diumumkan pada Juni dan diperkirakan mencapai puncaknya tahun ini, adalah salah satu musim panas terkuat dalam catatan.
Meskipun negara-negara Eropa ramai mengeluhkan hawa panas yang tak biasa, Climate Impact Lab justru mengatakan bahwa negara-negara berkembang mengalami dampak terberat dari kasus-kasus kematian yang berkaitan dengan serangan panas.
Wilayah Sahel di Afrika diperkirakan dapat mencatat 66.800 kasus kematian akibat serangan panas bila dibandingkan dengan angka kematian normal pada tahun-tahun sebelumnya. Wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja juga masuk dalam proyeksi Climate Impact Lab.