sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Peneliti Sebut El Niño Dapat Akibatkan 451.000 Kematian yang Berkaitan dengan Cuaca Panas

News editor Kurnia Nadya
25/09/2026 15:47 WIB
Climate Impact Lab menggunakan riset mengenai hubungan antara suhu dengan jumlah kematian berlebih pada 24.378 wilayah.
Peneliti Sebut El Niño Dapat Akibatkan 451.000 Kematian yang Berkaitan dengan Cuaca Panas. (Foto: Istimewa)
Peneliti Sebut El Niño Dapat Akibatkan 451.000 Kematian yang Berkaitan dengan Cuaca Panas. (Foto: Istimewa)

Jumlah total kematian berkaitan dengan serangan panas di Asia Tenggara diperkirakan dapat mencapai lebih dari 38.000 kasus. Sementara di India diperkirakan mencapai 15.800 kasus dan di Brasil mencapai 13.300 kasus. 

Climate Impact Lab memproyeksikan suhu daratan Bumi akan naik 1,2 derajat Celsius di atas suhu normal pada bulan-bulan berikutnya, mayoritas disebabkan oleh El Niño. Sehingga, hawa panas yang terasa dapat lebih panas 44 persen dari hawa di tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk membuat proyeksi tingkat kematian ini, Climate Impact Lab menggunakan riset mengenai hubungan antara suhu dengan jumlah kematian berlebih pada 24.378 wilayah, dengan mempertimbangkan suhu lokal dan kerapuhan wilayah terkait. 

Climate Impact Lab kemudian mengombinasikan temuan tersebut dengan prediksi suhu jarak jauh untuk mengestimasi jumlah kematian berlebih yang mungkin disebabkan oleh El Niño dan membandingkannya dengan rata-rata pada periode 1996-2025. 

Selain Climate Impact Lab, Prancis sebelumnya juga memperkirakan jumlah kematian berlebih (excess deaths) yang berkaitan dengan sengatan panas. Pemerintah Prancis mencatat jumlah kematian berlebih mencapai 8.000 kasus. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement