sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lonjakan Yield US Treasury hingga Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Rupiah Pagi Ini

Market news editor Anggie Ariesta
24/09/2026 12:29 WIB
Tekanan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat di tengah ancaman inflasi.
Lonjakan Yield US Treasury hingga Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Rupiah Pagi Ini. Foto: iNews Media Group.
Lonjakan Yield US Treasury hingga Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Rupiah Pagi Ini. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pagi. Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda terkoreksi 0,47 persen atau terdepresiasi 84 poin ke level Rp17.902 per USD pada pembukaan pasar.

Bank Indonesia (BI) menilai tekanan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat di tengah ancaman inflasi global.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan dinamika pasar keuangan global mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melambung ke level tertinggi dalam belasan tahun terakhir.

"Pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal. Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11 persen, tertinggi sejak 2007," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).

Erwin menambahkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperberat tekanan pasar mata uang karena memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia, yang pada akhirnya melambungkan harga minyak mentah jenis Brent kembali melampaui level USD100 per barel.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement