IDXChannel - Wall Street berakhir variatif pada hari Jumat (18/9/2026), mengalami jeda sejenak setelah mencatatkan sesi terbaiknya dalam lebih dari sebulan pada hari sebelumnya.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS kembali naik, sehingga memberikan tekanan pada pasar saham.
Dilansir dari laman Investing Sabtu (19/9/2026), para pelaku pasar mencermati berbagai peristiwa penting sepanjang pekan ini, yang terutama diwarnai oleh perdebatan mengenai keamanan kecerdasan buatan (AI) dan langkah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Hari Jumat juga bertepatan dengan peristiwa quadruple witching, sebuah momen yang terjadi empat kali setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Adapun indeks acuan S&P 500 naik tipis 0,1 persen dan ditutup pada level 7.643,03 poin, sementara indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,4 persen ke posisi 26.522,55 poin.