sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Turun usai Harga Minyak Tembus USD100 per Barel

Market news editor Rahmat Fiansyah
23/09/2026 21:35 WIB
Pasar saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026), setelah harga minyak menghentikan penurunan selama sepekan.
Pasar saham AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026), setelah harga minyak menghentikan penurunan selama sepekan. (Foto: Dok. Reuters)
Pasar saham AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026), setelah harga minyak menghentikan penurunan selama sepekan. (Foto: Dok. Reuters)

IDXChannel - Pasar saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/9/2026), setelah harga minyak menghentikan penurunan selama sepekan. Meski begitu, Wall Street masih bergerak di dekat level tertingginya sepanjang masa.

Dikutip dari AP, indeks S&P 500 turun 0,1 persen pada awal perdagangan dan berada sekitar 0,5 persen di bawah rekor yang dicapai bulan lalu. Dow Jones Industrial Average turun 107 poin atau 0,2 persen, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,3 persen dari rekor tertingginya.

Tekanan terhadap saham muncul setelah harga minyak Brent naik 1,3 persen menjadi USD100,55 per barel. Kenaikan itu mengakhiri tren penurunan harga minyak yang sebelumnya terjadi sejak Brent hampir menyentuh USD110 per barel pada pekan lalu.

Harga minyak sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran bahwa perang dengan Iran akan membuat pasokan minyak tertahan di kawasan Timur Tengah dalam waktu lama. Perundingan antara pejabat AS dan Iran dengan mediator masih berlangsung, tetapi belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Meskipun turun dalam sepekan terakhir, harga Brent masih jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar USD72 per barel sebelum perang dengan Iran dimulai. Kenaikan harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury lebih tinggi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement