Namun, prospek saham tidak hanya bergantung pada pertumbuhan kredit dan laba, melainkan juga kemampuan menjaga margin, biaya dana, serta kualitas aset di tengah meningkatnya premi risiko Indonesia.
BBCA memiliki penopang berupa pemulihan NIM dan dominasi dana murah.
BMRI mencatat pertumbuhan laba sembilan bulan paling tinggi, dengan tantangan pada margin dan risiko kredit.
Sementara itu, BBNI menawarkan potensi kenaikan berdasarkan target harga CGSI paling besar di antara ketiganya, tetapi tekanan NIM dan ketergantungan pada pendanaan juga perlu dicermati. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.