Pada kuartal III-2026, laba bersih BBCA mencapai Rp15,7 triliun, meningkat 5,6 persen QoQ. Salah satu penopang kinerja adalah pemulihan NIM sebesar 30 bps QoQ menjadi 5,6 persen.
Struktur pendanaan BBCA juga tetap kuat. Rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) mencapai rekor 84,8 persen per September 2026, sementara biaya kredit (cost of credit) bertahan di level 40 bps.
Manajemen menaikkan target pertumbuhan kredit 2026 menjadi 10-11 persen dari 8-10 persen.
Namun, realisasi pertumbuhan kredit secara tahun berjalan (year-to-date/YTD) hingga September baru mencapai 7,1 persen.
Untuk kuartal IV-2026, BBCA memperkirakan NIM relatif datar dan mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps lagi pada tahun ini.