Perseroan juga masih memiliki anggaran pembelian kembali saham (buyback) Rp4,4 triliun hingga Maret 2027, setara 0,73 persen dari kapitalisasi pasarnya.
Di tengah fundamental tersebut, CGSI memangkas target harga BBCA menjadi Rp5.600 dari Rp8.000. Saham BBCA sendiri telah turun 21,6 persen dalam sebulan dan 41,3 persen dalam setahun.
CGSI melihat peluang kenaikan saham BBCA dari potensi pertumbuhan kredit dan NIM yang melampaui ekspektasi. Sebaliknya, persaingan kredit menjadi salah satu risiko yang dapat membatasi prospeknya.
BBNI: Kredit Tumbuh 22,2 persen, Margin Jadi Tantangan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih Rp16,1 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 6,6 persen YoY. Capaian tersebut setara 76,5 persen dari proyeksi CGSI.
Pada kuartal III-2026, laba bersih BBNI tercatat Rp5,4 triliun, naik 5,2 persen QoQ. Dari sisi bisnis, pertumbuhan kredit mencapai 22,2 persen YoY, mendorong manajemen menaikkan target pertumbuhan kredit 2026 menjadi 10-13 persen dari sebelumnya 8-10 persen.