Meski demikian, CGSI menyoroti tekanan pada margin. NIM BMRI pada kuartal III-2026 turun sekitar 25 basis poin (bps) secara kuartalan ke kisaran 4,2 persen, seiring kenaikan biaya dana.
Risiko kualitas aset juga perlu dicermati. Rasio loan at risk (LAR) naik 93 bps QoQ menjadi 6,76 persen.
Rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) tercatat 1,02 persen, dengan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 235 persen.
CGSI memangkas target harga BMRI menjadi Rp4.300 dari Rp5.500.
Ke depan, peluang kenaikan valuasi saham bergantung pada perbaikan NIM dan pendapatan berbasis komisi yang melampaui ekspektasi, dengan kualitas kredit tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
BBCA: NIM Pulih, Target Harga Dipangkas ke Rp5.600
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp45,2 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 4,2 persen YoY. Realisasi ini setara 74 persen dari proyeksi CGSI untuk tahun penuh.