Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi.
Jika kekhawatiran fiskal terus meningkat dan modal asing masih keluar, rupiah berpotensi tetap tertekan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat cukup kuat.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.080-Rp18.130 per dolar AS.
Sedangkan dalam perdagangan minggu depan, Ibrahim memprediksi di rentang Rp17.920-Rp18.220 per dolar AS. Kemudian target pada bulan November 2026 sendiri Rupiah akan bergerak melemah di Rp18.500 per dolar AS.
(Febrina Ratna Iskana)