IDXChannel - Penilaian lembaga indeks internasional terhadap pasar modal Indonesia menjadi momentum untuk terus meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan menjaga kepercayaan investor. Di tengah perkembangan tersebut, investor perlu mencermati informasi secara objektif dengan mempertimbangkan data dan fundamental perusahaan serta kondisi perekonomian nasional sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
“Karena itu, yang saya sampaikan kepada investor itu adalah tolong hitung sendiri. Pesan saya sebenarnya cuma itu. Siapapun, nanti kalau FTSE Russell, kemudian Bloomberg atau apa mengeluarkan apapun, itu kita perhatikan. Tapi, kita yang tahu emiten-emiten kita. Hitung sendiri. Karena ini uang teman-teman sendiri,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam Podcast Penjaga Harapan dengan tajuk “Menggugat Dikte Asing: MSCI Tidak Selalu Benar dan Kedaulatan Ekonomi Nusantara”, di Jakarta, dikutip Kamis (5/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Dradjad menyampaikan pandangan lembaga indeks internasional tetap perlu diperhatikan sebagai salah satu referensi dalam menilai pasar modal.
Namun, investor juga perlu melakukan analisis secara mandiri dengan mempertimbangkan kinerja perusahaan, valuasi saham, dan prospek fundamental ekonomi Indonesia. Dengan demikian, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada sentimen atau informasi yang berkembang di pasar.
Lebih lanjut, Dradjad menekankan pentingnya melanjutkan pembenahan pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan penegakan aturan. Menurutnya, Indonesia telah memiliki fondasi transparansi yang perlu terus diperkuat, termasuk keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham. Pemerintah juga terus membuka komunikasi dengan lembaga indeks dan pelaku pasar untuk mendorong perbaikan yang diperlukan serta menciptakan pasar modal yang lebih sehat dan adil bagi investor.