IDXChannel – Tekanan jual di pasar saham Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Selain dibayangi ancaman perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market oleh MSCI, pelemahan rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi global turut mempersempit ruang pemulihan IHSG.
Di tengah situasi tersebut, investor perlu lebih selektif dengan membidik emiten yang memiliki ketahanan laba, arus kas kuat, dan tingkat utang rendah.
Strategi tersebut tercermin dalam daftar 11 saham pilihan untuk November 2026 yang mencakup AADI, ASII, BBCA, BULL, CMRY, ELSA, GOTO, INKP, TLKM, EXCL, dan UNVR.
Daftar ini mempertahankan 10 saham sebelumnya dengan menambahkan UNVR.
Dalam riset yang terbit pada 3 November 2026, Indonesia Research Team UOB Kay Hian menilai pemulihan pasar ke depan kemungkinan berlangsung tidak merata.