Namun, tim riset UOB menilai kinerja operasional ketiga emiten pada kuartal III-2026 masih mendukung keputusan untuk mempertahankannya.
BBCA mencatatkan kenaikan laba bersih 5,6 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) juga membaik menjadi 5,6 persen dari 5,3 persen pada kuartal sebelumnya.
Selain itu, perseroan menaikkan panduan pertumbuhan kredit menjadi 10-11 persen.
Sementara itu, laba bersih inti ASII mencapai Rp9,7 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 19,7 persen secara kuartalan dan 11,5 persen secara tahunan.
Dengan capaian tersebut, realisasi laba bersih inti selama sembilan bulan pertama 2026 telah mencapai 87 persen dari estimasi UOB Kay Hian dan 84 persen dari konsensus.