IDXChannel - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan laba bersih sebesar Rp391,7 miliar hingga September 2026, turun 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp634,6 miliar.
Penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh sejumlah beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) yakni pembiayaan kembali (refinancing) Senior Notes menjadi pinjaman bank.
Biaya yang timbul mencakup rugi selisih kurs, biaya penghentian instrumen derivatif atau lindung nilai (hedging), serta percepatan amortisasi terkait Senior Notes yang akan jatuh tempo pada 2027.
"Langkah refinancing tersebut dilakukan dengan mengalihkan Senior Notes berdenominasi dolar Amerika Serikat menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang rupiah," tulis manajemen Jababeka dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Rabu (4/11/2026).
Meski demikian, KIJA mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,25 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan Rp3,67 triliun pada periode yang sama tahun 2025.