Segmen jasa dan pemeliharaan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 33 persen menjadi Rp525,6 miliar dari Rp398,5 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas tenant di Kendal, kontribusi unit usaha lainnya, serta kenaikan tarif dan volume layanan di Cikarang.
Adapun pendapatan Cikarang Dry Port meningkat menjadi Rp211,8 miliar dari Rp174,6 miliar, terutama ditopang oleh kenaikan volume peti kemas yang ditangani.
Secara keseluruhan, pendapatan berulang (recurring revenue) dari pilar Infrastructure berkontribusi sebesar 53 persen terhadap total pendapatan KIJA.
Di sisi lain, pilar Leisure & Hospitality membukukan pendapatan sebesar Rp97,6 miliar. Bisnis golf menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 65 persen dari total pendapatan pilar tersebut, sekaligus mendukung diversifikasi sumber pendapatan perseroan.
(DESI ANGRIANI)