IDXChannnel - Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menilai pergerakan nilai tukar rupiah masih terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Kondisi tersebut tercermin dari volatilitas rupiah yang cenderung menurun ke level 4 persen pada akhir Oktober 2026, meskipun premi risiko Indonesia mengalami peningkatan.
Di mana Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun meningkat menjadi 105 basis poin pada akhir Oktober 2026.
"Kenaikan premi risiko ini belum diikuti peningkatan volatilitas rupiah secara signifikan," kata Faiz dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia Semester II-2026 di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pergerakan rupiah lebih sensitif terhadap arus modal asing yang keluar dari pasar obligasi dibandingkan pasar saham. Setiap arus keluar dana asing sebesar USD100 juta dari pasar saham diperkirakan menyebabkan rupiah melemah sekitar Rp11-Rp12 per USD.