Untuk paruh kedua 2026, manajemen memperkirakan margin relatif stabil.
Kenaikan harga ICI-3 diperkirakan dapat mengimbangi kenaikan biaya tunai seiring rasio pengupasan (strip ratio) yang meningkat menjadi 6 kali pada 2H26, dari 5,3 kali pada 1H26.
Harga minyak, yang memengaruhi biaya bahan bakar, menjadi faktor utama yang perlu dicermati.
Dari sisi valuasi, PTBA diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 7,6 kali, relatif sejalan dengan rata-rata perusahaan sejenis sebesar 7,9 kali.
Dengan asumsi rasio pembayaran dividen berada pada kisaran 45-75 persen seperti dua tahun terakhir, tingkat dividend yield PTBA diperkirakan berada di kisaran 6-10 persen.
Namun, besaran dividen tahun depan akan bergantung pada kebutuhan belanja modal, terutama terkait pembangunan PLTU Mempawah.