Dari sisi distribusi, PTBA mengangkut batu bara melalui jalur kereta khusus menuju pelabuhan miliknya di Tarahan, Lampung, dengan kapasitas 25 juta ton per tahun, serta Kertapati, Palembang, berkapasitas 7 juta ton per tahun.
Sekitar 54 persen penjualan pada 2025 diserap pasar domestik, terutama pembangkit listrik PLN di Jawa dan Sumatera, sedangkan sisanya diekspor ke sejumlah negara Asia.
Katalis lain datang dari peningkatan utilisasi PLTU Sumsel 8. Pembangkit berkapasitas 2x660 megawatt (MW) tersebut dimiliki PTBA melalui kepemilikan 45 persen dan saat ini beroperasi dengan utilisasi sekitar 60 persen.
Jika utilisasi meningkat menuju kapasitas penuh, PTBA berpotensi memperoleh tambahan penjualan batu bara hingga 2 juta ton per tahun melalui skema mine-mouth.
Penjualan ini dinilai menarik karena tidak menghadapi kendala transportasi seperti penjualan batu bara yang harus diangkut ke pelabuhan.