Dalam jangka panjang, proyek tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 60 juta ton, termasuk melalui kombinasi pengangkutan kereta api dan penjualan batu bara dari tambang langsung ke pembeli.
Tambahan kapasitas itu juga dinilai membuka fleksibilitas bagi PTBA untuk meningkatkan porsi ekspor. Hal ini menjadi penting karena harga batu bara ekspor secara historis berada 28-68 persen di atas harga domestik dalam tiga tahun terakhir.
Selain Kramasan, optimalisasi koridor kereta Kertapati berpotensi menambah kapasitas angkutan hingga 7 juta ton per tahun.
PTBA sendiri memiliki cadangan batu bara sebesar 2,88 miliar ton dan sumber daya 5,71 miliar ton per Desember 2025. Dengan tingkat produksi 2025 sebesar 47,2 juta ton, cadangan tersebut memberikan umur tambang sekitar 60 tahun.
Sebagian besar produksi PTBA berasal dari konsesi Tanjung Enim seluas sekitar 40.347 hektare di Sumatera Selatan. Pada 2025, tambang tersebut menyumbang 98 persen dari total produksi perusahaan.