sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MSCI Bekukan Indeks Turki, Terancam Kehilangan Status Emerging Market

Market news editor Wahyu Dwi Anggoro
16/10/2026 17:52 WIB
MSCI meningkatkan pengawasan terhadap pasar ekuitas Turki menyusul krisis di sektor reksa dana negara tersebut.
MSCI Bekukan Indeks Turki, Terancam Kehilangan Status Emerging Market. (Foto: Shutterstock)
MSCI Bekukan Indeks Turki, Terancam Kehilangan Status Emerging Market. (Foto: Shutterstock)

IDXChannel - MSCI meningkatkan pengawasan terhadap pasar ekuitas Turki menyusul krisis di sektor reksa dana negara tersebut.

Dilansir dari Investing pada Jumat (16/10/2026), MSCI membekukan beberapa perubahan indeks dan memperingatkan bahwa status emerging market atau pasar negara berkembangnya dapat terancam.

MSCI mengutip kekhawatiran atas kemungkinan perdagangan terkoordinasi melalui kepemilikan dana yang terkait dengan sejumlah perusahaan terdaftar berukuran kecil.

Jika kemajuan yang signifikan tidak terlihat pada Juni 2027, MSCI mengatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk konsultasi tentang kemungkinan pengklasifikasian ulang Indeks MSCI Turki dari emerging market menjadi pasar frontier market (pasar perbatasan) atau standalone market (pasar mandiri).

Langkah ini menyusul krisis yang mengguncang sektor reksa dana Turki baru-baru ini. Sejumlah manajer investasi diduga menggelembungkan nilai reksa dana secara artifisial. 

Skandal mulai terbuka bulan lalu, ketika sejumlah penyedia reksa dana tidak mampu lagi membayar kembali uang para investor secara tepat waktu. 

Badan Pasar Modal Turki (SPK) turun tangan dengan menutup dan melikuidasi setidaknya 131 reksa dana dari tujuh manajer aset. Bursa Efek Istanbul juga mendepak 27 saham dari indeks acuannya per 1 Oktober 2026. 

Kantor kejaksaaan meluncurkan penyelidikan atas tuduhan penipuan. Puluhan orang, termasuk para eksekutif perusahaan investasi, ditahan.

Meskipun otoritas Turki telah mengambil sejumlah langkah, MSCI menyatakan bahwa investor perlu melihat penegakan hukum yang kredibel dan berkelanjutan terhadap perdagangan terkoordinasi, serta peningkatan transparansi yang memungkinkan verifikasi independen atas tingkat free-float.

Awal bulan ini, FTSE Russell juga menyampaikan kekhawatiran serupa terkait data free-float, meskipun tetap mempertahankan status Turki sebagai advanced emerging market. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement