IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, sejumlah reformasi pasar modal, mulai dari penurunan batas harga terendah saham atau floor price dari Rp50 menjadi Rp1 per saham hingga penerapan short selling, mendapat dukungan dari investor global.
Namun, dukungan tersebut belum sepenuhnya menjawab keraguan terhadap efektivitas pembenahan pasar saham Indonesia, menyusul proposal MSCI untuk mereklasifikasi Indonesia menjadi standalone market.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, pihaknya menanggapi serius pengumuman MSCI dan akan meminta waktu untuk mengklarifikasi berbagai perhatian yang masih dimiliki lembaga penyedia indeks tersebut.
Menurut dia, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan investor global terhadap bukti yang lebih kuat atas hasil reformasi pasar modal.