IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 679 poin atau 11,6 persen ke level 5.185,11 poin pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Penurunan indeks dipicu oleh pengumuman mengejutkan MSCI yang akan membuka konsultasi publik soal pasar saham Indonesia.
Lembaga penyedia indeks global itu membuka peluang untuk mendorong bursa saham Indonesia masuk Standalone Market dari posisi saat ini, Emerging Market. Padahal, pasar telah mengantisipasi Indonesia bertahan di Emerging Market atau turun ke Frontier Market untuk skenario terburuk. Meski begitu, usulan itu belum final dan akan diumumkan sebelum pertengahan 2027.
Nilai transaksi perdagangan hingga sore ini menembus Rp26 triliun, yang mencerminkan tingginya tekanan jual (panic selling). Penjualan dilakukan secara agresif, termasuk investor ritel, mengantisipasi kemungkinan masuknya Indonesia ke Standalone Market MSCI.
Saham-saham konstituen MSCI seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) anjlok. Begitu pula saham-saham konglo yang tertekan seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Sejalan dengan pelemahan IHSG, IDX30 dan LQ45 juga melemah masing-masing 13,73 persen dan 13,82 persen. Sementara ISSI dan JII turun masing-masing 10,93 persen dan 13,02 persen.