sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BEI Pastikan Kinerja Fundamental Emiten Kuat di Tengah Ancaman Standalone Market MSCI

Market news editor Rohman Wibowo
16/10/2026 14:40 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental emiten tetap berada dalam kondisi yang sangat solid dan bertumbuh.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental emiten tetap berada dalam kondisi yang sangat solid dan bertumbuh. (Foto: iNews Media Group))
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental emiten tetap berada dalam kondisi yang sangat solid dan bertumbuh. (Foto: iNews Media Group))

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental emiten tetap berada dalam kondisi yang sangat solid dan bertumbuh. Kondisi tersebut terjadi di tengah rencana penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi terkait perubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi meminta para pelaku pasar tidak panik dan menyikapi dinamika ini secara lebih rasional berlandaskan data kinerja keuangan riil perusahaaan tercatat. Dia memastikan seluruh mekanisme perdagangan saham tetap berjalan normal serta berkomitmen mengawal hak dan kenyamanan para investor.

"Kami dari Bursa tentunya memahami kekhawatiran para investor, tapi kami memastikan mekanisme pasar saat ini tetap berjalan normal. Secara fundamental, kondisi emiten di bursa kita masih cukup kuat dan terus bertumbuh, sehingga kami mengimbau investor untuk lebih realistis melihat fakta kinerjanya," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian emiten per Juni 2026, aktivitas operasional dan neraca keuangan emiten di bursa secara agregat mencatatkan kinerja positif. Pendapatan emiten tumbuh 13 persen, sementara perolehan laba bersih secara agregat naik sekitar 9 persen.

Ketahanan tersebut juga tecermin dari akumulasi neraca keuangan perusahaan. Total aset emiten di BEI secara agregat naik hampir 3 persen dari Rp21.583 triliun menjadi Rp22.128 triliun. Pada periode yang sama, posisi ekuitas emiten turut menguat dari Rp7.136 triliun menjadi Rp7.196 triliun, atau membukukan kenaikan bersih mencapai Rp59,69 triliun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement