IDXChannel - Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merampungkan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC), yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2027.
Proyek yang dikembangkan dengan Chandra Asri Group sebagai penggerak utama ini memiliki kapasitas produksi sekitar 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton ethylene dichloride (EDC) per tahun.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir berharap proyek CA-EDC dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia, menghemat devisa, serta memperkuat ketersediaan bahan baku bagi industri hilir nasional.
“Inisiatif CA-EDC ini mencerminkan jenis investasi strategis yang dapat menghasilkan nilai jangka panjang bagi Indonesia serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, pembangunan kapabilitas lokal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan daya saing Indonesia,” kata Pandu dalam siaran pers, Kamis (15/10/2026).
Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana mengatakan pertimbangan investasi proyek CA-EDC didasarkan pada kebutuhan soda kaustik dan EDC dalam rantai industri nasional serta prospek komersial proyek tersebut.