IDXChannel - Revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menjadi 5,1 persen pada 2026 mencerminkan ketahanan konsumsi domestik.
Dalam laporan terbarunya, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen yoy dari estimasi April 2026 sebesar 5 persen. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2027 dipertahankan di level 5,1 persen YoY.
Stockbit menilai, revisi tersebut didukung oleh belanja rumah tangga yang tetap resilien, terutama setelah pemerintah memutuskan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kelanjutan paket stimulus ekonomi juga dinilai turut menopang permintaan domestik.
Meski demikian, ketahanan pertumbuhan ekonomi tersebut dibayangi oleh potensi pelebaran twin deficit. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah, terutama ketika kenaikan harga minyak dunia turut memperbesar kebutuhan impor energi.
"Resiliensi tersebut terkompensasi dengan prospek pelebaran twin defisit yakni, defisit fiskal dan defisit current account sehingga memberikan tekanan bagi nilai tukar rupiah," tulis Stockbit dalam risetnya, Rabu (14/10/2026).