sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Momentum Rupiah dan Bayang-Bayang Harga Minyak USD100 per Barel

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
14/09/2026 06:24 WIB
Penguatan rupiah mulai menghadapi ujian baru setelah harga minyak kembali menembus USD100 per barel.
Momentum Rupiah dan Bayang-Bayang Harga Minyak USD100 per Barel. (Foto: Magnific)
Momentum Rupiah dan Bayang-Bayang Harga Minyak USD100 per Barel. (Foto: Magnific)

Kondisi itu, belum memperhitungkan tambahan kompensasi listrik, berpotensi mendorong defisit fiskal 2026 menembus sekitar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Tekanan tersebut juga menjadi perhatian ekonom CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Wisnu Trihatmojo.

Dalam risetnya, yang terbit pada 10 September 2026, Wisnu menilai penguatan rupiah saat ini merupakan proses mean reversion setelah depresiasi signifikan pada paruh pertama 2026.

Rupiah bahkan dinilai masih sangat undervalued. Berdasarkan kerangka real effective exchange rate (REER), CGSI memperkirakan rupiah sempat undervalued hingga 12 persen pada Juli 2026, level yang disebut sebagai yang terdalam dalam lebih dari satu dekade.

Kondisi tersebut, ditambah stabilnya kebijakan domestik, membantu rupiah bertahan menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak Brent di atas USD100 per barel, kenaikan imbal hasil global, dan ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement