IDXChannel - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD120 juta pada Juli 2026. Capaian tersebut menjadi pembalikan dari kondisi pada bulan sebelumnya, ketika neraca perdagangan mengalami defisit USD450 juta.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juli 2026 masih mencatat surplus USD3,70 miliar. Kinerja tersebut ditopang surplus sektor nonmigas sebesar USD22,45 miliar, meski tertekan defisit sektor migas yang mencapai USD18,75 miliar.
Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko menyoroti catatan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kinerja ekspor sejumlah komoditas nonmigas utama sepanjang Januari-Juli 2026. Menurutnya, nilai ekspor komoditas tersebut masih tumbuh, tetapi volume pengirimannya justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya (HS 1511) mencapai USD14,79 miliar atau tumbuh 5,49 persen. Namun, volume pengapalannya turun 0,97 persen menjadi 13,51 juta ton.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas batu bara (HS 2701). Nilai ekspor tercatat meningkat 4,75 persen menjadi USD14,47 miliar, sementara volume pengirimannya turun 6,17 persen menjadi 201,47 juta ton.