Adapun nilai ekspor besi dan baja (HS 72) naik 2,77 persen menjadi USD16,54 miliar. Namun, volume distribusinya ke luar negeri merosot 5,77 persen menjadi 12,37 juta ton.
"Ketiga komoditas nonmigas unggulan tersebut memberikan andil 28,62 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Juli 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor saat ini masih mendapat dukungan dari pergerakan harga global, mengingat nilai ekspor tetap tumbuh di tengah penurunan volume pengiriman," ujar Christiantoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).
Melihat kondisi tersebut, Christiantoko menilai PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola dan sistem pengawasan ekspor komoditas.
"Ketiga komoditas ini menyumbang hampir 29 persen dari total ekspor nonmigas kita. Ini harus menjadi catatan evaluasi penting bagi DSI di masa transisi saat ini. Kebijakan pengawasan dan integrasi data ekspor yang diambil DSI harus benar-benar difokuskan untuk memperkuat daya saing serta mengawal kepastian industri komoditas penopang utama ini," ujarnya.
Christiantoko juga mengingatkan agar penurunan volume ekspor tidak direspons secara reaktif.
(Shifa Nurhaliza Putri)