sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Neraca Dagang Juli 2026 Surplus USD120 Juta, Ekspor Komoditas Jadi Sorotan

Economics editor Rohman Wibowo
14/09/2026 15:20 WIB
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD120 juta pada Juli 2026.
Neraca Dagang Juli 2026 Surplus USD120 Juta, Ekspor Komoditas Jadi Sorotan. (Foto: Ilustrasi)
Neraca Dagang Juli 2026 Surplus USD120 Juta, Ekspor Komoditas Jadi Sorotan. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD120 juta pada Juli 2026. Capaian tersebut menjadi pembalikan dari kondisi pada bulan sebelumnya, ketika neraca perdagangan mengalami defisit USD450 juta.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juli 2026 masih mencatat surplus USD3,70 miliar. Kinerja tersebut ditopang surplus sektor nonmigas sebesar USD22,45 miliar, meski tertekan defisit sektor migas yang mencapai USD18,75 miliar.

Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko menyoroti catatan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kinerja ekspor sejumlah komoditas nonmigas utama sepanjang Januari-Juli 2026. Menurutnya, nilai ekspor komoditas tersebut masih tumbuh, tetapi volume pengirimannya justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang dihimpun, nilai ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya (HS 1511) mencapai USD14,79 miliar atau tumbuh 5,49 persen. Namun, volume pengapalannya turun 0,97 persen menjadi 13,51 juta ton.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas batu bara (HS 2701). Nilai ekspor tercatat meningkat 4,75 persen menjadi USD14,47 miliar, sementara volume pengirimannya turun 6,17 persen menjadi 201,47 juta ton.

Adapun nilai ekspor besi dan baja (HS 72) naik 2,77 persen menjadi USD16,54 miliar. Namun, volume distribusinya ke luar negeri merosot 5,77 persen menjadi 12,37 juta ton.

"Ketiga komoditas nonmigas unggulan tersebut memberikan andil 28,62 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Juli 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor saat ini masih mendapat dukungan dari pergerakan harga global, mengingat nilai ekspor tetap tumbuh di tengah penurunan volume pengiriman," ujar Christiantoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).

Melihat kondisi tersebut, Christiantoko menilai PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola dan sistem pengawasan ekspor komoditas.

"Ketiga komoditas ini menyumbang hampir 29 persen dari total ekspor nonmigas kita. Ini harus menjadi catatan evaluasi penting bagi DSI di masa transisi saat ini. Kebijakan pengawasan dan integrasi data ekspor yang diambil DSI harus benar-benar difokuskan untuk memperkuat daya saing serta mengawal kepastian industri komoditas penopang utama ini," ujarnya.

Christiantoko juga mengingatkan agar penurunan volume ekspor tidak direspons secara reaktif. 

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement