sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Pekan Depan Diprediksi Tertekan The Fed dan Harga Minyak

Market news editor Anggie Ariesta
13/09/2026 19:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. (Foto: iNews Media Group)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. Pergerakan mata uang Garuda sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS (DXY) yang diproyeksikan bergerak di rentang 90,30 hingga 100,20.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa depresiasi rupiah masih dibayangi oleh ketidakpastian pasar keuangan global serta dinamika kebijakan moneter AS.

“Untuk rupiah sendiri kemungkinan mengalami pelemahan ya mencapai Rp17.850-an bisa saja lebih dari Rp17.850-an,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Minggu (13/9/2026).

Ibrahim menambahkan bahwa pemicu utama tekanan pasar datang dari eskalasi konflik geopolitik, khususnya perselisihan AS dan Iran di kawasan Timur Tengah. Tingginya tensi geopolitik ini memicu aksi perburuan investor terhadap aset aman (safe haven) berbasis dolar AS.

Di saat yang sama, kecamuk perang Rusia-Ukraina yang belum mereda semakin memperpanjang volatilitas pasar mata uang global. Eskalasi di kawasan kaya sumber daya tersebut turut mengancam kelancaran rantai pasok dan memicu lonjakan harga komoditas energi.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement