IDXChannel - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. Dia menginstruksikan LPEI aktif memberikan intervensi pembiayaan dengan suku bunga murah bagi sektor-sektor manufaktur padat karya yang tengah tertekan oleh persaingan global, seperti industri tekstil, alas kaki (sepatu), dan furnitur.
Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya tak ragu untuk menyesuaikan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) pendapatan bunga LPEI agar lembaga tersebut tidak semata-mata berburu profitabilitas, melainkan benar-benar hadir membantu pelaku usaha domestik yang kesulitan mengakses kredit perbankan komersial.
"Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Purbaya menambahkan bahwa parameter keberhasilan kelembagaan LPEI berada di bawah wewenangnya sebagai Bendahara Negara, sehingga efektivitas dampak bagi dunia usaha menjadi prioritas utama.
"Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya," kata Purbaya.