"Program ini disusun sebagai perjalanan pembinaan berjenjang, mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, dan transparansi hingga pemahaman proses IPO serta tanggung jawab sebagai perusahaan publik,” tutur Jeffrey.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi kendala utama bagi para pelaku usaha dalam memperluas skala bisnisnya. Padahal, sektor ini merupakan motor utama penggerak roda ekonomi daerah sekaligus penyedia lapangan kerja bagi masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, BEI bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk membuka pintu pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang.
Jeffrey menegaskan bahwa pemahaman akan alternatif pembiayaan sangat krusial seiring perkembangan bisnis. Pasar modal Indonesia yang kini didukung oleh 33,4 juta investor dan 962 perusahaan tercatat dinilai memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan dana dunia usaha.
(Birru Aisyah)