Dari sisi mata uang, ringgit Malaysia yang menjadi mata uang transaksi CPO melemah 0,12 persen terhadap dolar AS.
Kondisi ini membuat minyak sawit sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Di sisi lain, survei sejumlah lembaga pemeriksa kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Oktober meningkat antara 45,4 persen hingga 73,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan ekspor tersebut menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar di tengah kekhawatiran terhadap tingginya persediaan minyak sawit. (Aldo Fernando)