Di pasar komoditas lainnya, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,3 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,5 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik tipis 0,09 persen.
Pergerakan harga minyak sawit umumnya mengikuti minyak nabati pesaing karena ketiganya bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak mentah bergerak naik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) menyerang Pulau Qeshm di Iran.
Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan serta gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak mentah berjangka membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.