Penurunan target harga terutama disebabkan oleh kenaikan asumsi weighted average cost of capital (WACC) menjadi 10,6 persen dari 8,3 persen serta proyeksi laba yang lebih konservatif akibat biaya pendanaan dan operasional yang lebih tinggi.
Proyeksi laba bersih DEWA untuk 2026 dan 2027 masing-masing dipangkas 21 persen dan 13,5 persen. Namun, estimasi 2026 tetap memasukkan keuntungan nilai wajar satu kali atas investasi pada entitas asosiasi yang dibukukan pada kuartal II-2026.
UOB menilai DEWA masih memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring peningkatan skala operasi.
Potensi dari segmen tembaga juga dinilai dapat menjadi tambahan nilai, meski belum dimasukkan dalam proyeksi dasar.
Sejumlah katalis yang perlu diperhatikan antara lain keberhasilan DEWA memenangkan tender tambahan pekerjaan OB serta potensi pengumuman sumber daya Gayo Mineral pada akhir 2027.